Selasa, 06 Mei 2008

Mimpi Shalat

Sejak itu saya jadi pendiam.saya jadi lebih suka merenung dan berfikir tentang diri saya sendiri.Saya pun mulai suka mengikuti siaran mimbar agama Islam yang ditayangkan TVRI setiap Kamis malam.
Begitu tenggelamnya saya dalam perenungan,sehingga pada suatu malam tepatnya 10 Januari 1994 bertepatan malam 27 Rajab(Isra Mikraj)saya bermalam di vila kami yang sejuk di daerah Tawangmangu(Solo).Dalam tidur saya bermimpi diberikan sehelai sajadah oleh teman karib saya,lalu saya disuruh melaksanakan shalat.
"Saya nggak bisa shalat,"jawab saya.Lalu,teman saya memberi contoh bagaimana caranya shalat setelah paham saya pun disuruh mengulangi gerakan shalat yang ia peragakan."Shalatlah kamu,"katanya.Lalu,saya pun shalat.Tapi baru separuh jalan,saya pun terjaga.Ternyata itu hanya mimpi.
Sejak bermimpi seperti itu,saya jadi gelisah.Ibu saya pun sempat bingung melihat diri saya.Tapi saya tak menceritakan mimpi itu kepadanya.Untuk beberapa waktu lamanya,mimpi itu hanya jadi rahasia diri saya seorang.Tapi lama-lama saya tak tahan juga untuk tidak bercerita.
Kebetulan,saya mempunyai tukang pijat pribadi namanya pak Edi.Ia seorang muslim yang taat.Ketika pada suatu malam saya minta dipijat olehnya,saya ceritakanlah ,mimpi itu kepadanya,Mendengar cerita mimpi saya itu,pak Edi sepontan bergumam"Subhanallah,insya Allah tak lama lagi kamu akan masuk islam katanya mantap."Benarkah?"tanya saya."Insya Allah"jawabnya pasti.
Sejak itu saya pun mulai dibimbingnya untuk melaksanakan shalat. saya pun mengikuti sarannya untuk berkitan.Tapi itu semua saya lakukan secara sembunyi-sembunyi.bahkan dikitan di Jakarta.Ketika masuk bulan suci Ramadhan,saya pun ikut melaksanakan ibadah puasa dan mengeluarkan zakat(mal)./(Basit Adnan/Albaz)

Tidak ada komentar: